Saat dia menolong Selly, saat itu aku jatuh cinta pada teman baikku. Hmm... Sebelumnya aku tidak pernah jatuh sekeras itu terhadap orang lain. Bahkan dengan teman dekatku yang sudah lama hang out bersamaku. Sepertinya aku tipe orang yang berteman dulu baru bisa menyukai.
Malam itu aku merasa sepertinya aku akan terlibat dengan sesuatu yang tidak bisa kumenangkan. Dia adalah teman baikku yang luar biasa, memiliki mimpi yang luar biasa yang aku tahu tanpa ada aku di rencana masa depannya.
Kemudian aku ingat, dulu, aku selalu berharap bisa merasakan cinta yang akan aku perjuangkan sekuat tenaga. Karena, selama ini aku selalu menyerah di tengah jalan, bahkan sebelum bertempur pun kadang aku sudah menyerah.
Kupikir, mungkin ini saatnya aku memperjuangkan cinta yang datang padaku saat itu. Dan, ya, kupikir aku telah melakukannya. Aku melakukan hal-hal yang tidak pernah aku lakukan pada teman-teman yang aku sukai sebelumnya.
Aku mengatakan aku menyayanginya. Aku menangis keras dan meminta dia untuk kembali saat aku tahu dia pergi dan dia berkata tidak akan kembali. Aku sedih saat dia sedih, aku kepikiran saat dia berkata dia ada masalah, aku berharap aku dapat membantunya, membuat dia bahagia, dan berharap dapat menyembuhkan luka hatinya. Semuanya hanya dalam perasaanku dan berharap aku telah melakukan hal yang tepat untuk meringankan hatinya.
Yah, that is extraordinary me, yang selama hidupku sebelum bertemu dengannya, aku hanya memikirkan diri sendiri. Aku tidak perduli dengan masalah orang lain. Thanks to him, betapa sekarang aku berusaha untuk lebih mengerti perasaan orang lain.
Saat yang singkat bersamanya sungguh menyenangkan. Aku ingat saat dia mencemaskanku jika aku pergi, saat dia mengantar dan menjemputku ke kantor, saat dia ingin ngobrol denganku sepulang kerja, saat dia ingin aku menemaninya kemanapun dia ingin pergi, dan saat dia berkata dia menyayangiku.
Sebagian diriku masih belum rela menerima kalau saat-saat itu telah berakhir. But, time heals almost everything. At that time, I hope I can see you just as my best friend like we used to be and remain our short story as sweet memory.